IZINKAN AKU MENYEBUT NAMAMU, MANTAN KEKASIH
Hai para pembaca sekalian,
perkenalkan namaku Nisa. Aku adalah seorang siswi yg masih duduk di bangku SMA
yg lumayan terkenal di kotaku. Aku anak pertama dari 3 bersaudara, sekaligus
anak yg paling cantik dan imut diantara kedua sodara laki2 saya, (hehe..ya
iyalah). Kehidupan kami cukup sederhana, yahh bisa dikatakan tingkat ekonomis
menengah lah.. Kali ini aku akan bercerita seputar permasalahan anak remaja
yaitu tentang “percintaan”,, hehe:D Sebelumnya aku ga ngerti sama sekali apa itu
cinta, bagaimana rasanya ketika lagi jatuh cinta, dan bagaimana rasanya jika
kita putus cinta. Awal aku mengenal cinta ketika aku duduk di bangku kelas IX
sewaktu aku SMP. Tapi aku tidak akan bahas hal itu lagi karena semua itu hanya
masalalu yg sudah berlaluJ. Baik
langsung saja ku ceritakan tentang pengalaman cinta sejatiku ini..
Beberapa bulan yang lalu, aku
mengenal cowo yang namanya Putra. Aku dikenalkan
oleh sahabatku yg brnama Dian. Entah dari mana asal muasal aku berkenalan dengan
Putra, tiba2 Putra memendam perasaan dengan ku, dan tak kusangka ternyata aku
juga mempunyai perasaan yang sama terhadap dirinya. Perasaan apakah itu??
CINTA?? Ya,, tentu saja!! J Hari demi
hari kita lalui, hanya dengan cukup berkomunikasi lewat telepon dan sms, kita
bisa jadi sedekat ini.
Siang itu, aku baru pulang
dari sekolah. Karena kecapekan, aku langsung berbaring sebentar di ranjang
kamarku. Seperti biasanya aku membuka hp dan ternyata Pr sudah mengirimkan sms
banyak sekali dan beberapa panggilan tak terjawab darinya. Maklum hp-ku wktu
itu lagi di-silent, hehe. Langsung ku balas sms nya. Setelah itu, dia langsung
menelpon ku. Segera kuangkat telpon darinya.
“siang nis,, lagi paen tuh?? Kemana aja sich dari
tadi, koq baru bls sms ku??” kata Putra dalam telponku.
Langsung kujawab, “iya nich
aku ga sempet megang hp, aku lagi capek bgt”.
“oh gitu ya, capek kenapa nis?
Aku ganggu ya??”, tanya putra.
“iya capek aja baru dateng
dari sekolah. Ahh enggak koq, gapapa nyante aja lagi”, sahutku.
Sejenak diam, lalu ia kembali
berkata, “nis,, ku mau ngomong sesuatu nich, penting!!”
“sesuatu apaan sich, seriuzz
amat dech. Emang kamu mau ngomong apaan??” tanyaku penasaran.
“nis, jujur ya selama ini aku
emang lagi deket banget sama kamu, sampe2 kamu slalu ada di pikiran ku. Aku slalu
ingat km. Aku merasa nyaman banget kalo lagi sama kamu. Pokoknya, aku ga bia
bayangin kalo sehari ga ada kabar dari kamu. Aku suka ma kamu nis,aku cinta
kamu, aku sayang banget ma km,, aku mau kamu jadi pacarku. Kamu mau kan niss??”
tanya putra.
Entah apa yang terjadi saat
itu, tiba2 petir menyambar perasaanku. Dia begitu PD-nya menyatakan cinta-nya
kepadaku. Aku ga bisa berkata apapun. Sejenak ku berpikir, lalu kujawab, “aku
ga bisa nerima cintamu sekarang, aku butuh waktu untuk mengetahui kamu apa kamu
bener2 cinta dan sayang aku”. Kataku.
Mungkin dengan perasaan
kecewa, lalu dia menjawab, “oke lah, gapapa koq niss, aku ngerti. Mungkin aku
terlalu cepat untuk mengungkapkan semua ini. Tapi inilah perasaanku yang
sebenarnya ke kamu. Aku Cuma pingin kamu tahu. Aku kasi kamu waktu seminggu
untuk memberi jawaban yang pasti kepadaku”.
“okee makasih ya, kamu dah
mau kasi aku waktu dan mau menunggu jawaban dariku” sahutku.
Seminggu telah berlalu, lalu
Putra kembali menelponku.
“gimana sa?? Kamu mau ga jadi
pacarku??” tanya Putra penasaran.
“gimana ya? Hm, iya dech aku
mau jadi pacar kamu, tapi dengan syarat kamu ga akan pernah nyakitin aku”
kataku.
“aku janji aku ga bakal
nyakitin kamu Niss,, aku janji dalam keadaan yang bagaimana pun juga aku akan
tetep sayang n cinta ma kamu, aku seriuss”. Kata Putra.
Hari demi hari, minggu
berganti bulan dan begitu seterusnya, banyak sekali perdebatan yang kita alami
berdua, dikarenakan kita sering salah paham, tidak percaya dan cemburuan. Walaupun
kita pacaran secara backstreet karna
aku memang belum dikasi pacaran oleh orang tuaku. Sampe ahkirnya kita sering
putus-nyambung ga karuan sekitar lebih dari 15x. Tapi, kita masih bisa bertahan
karna salah satu dari kita ada yang mengalah dan bisa menyelesaikan masalah. Karena
aku merasa sangat sayang dan cinta sama dia, aku sampe tidak mau melepaskan
dia..
Setelah 5 bulan berlalu, dia
putuskan aku. Ini terjadi karena aku tak bisa menuruti semua keinginannya yang
diluar batas berpacaran, karna aku sadar, aku masih belum mengerti dan aku
masih menganggap ini adalah cinta monyet, namun aku berniat serius padanya. Dan
akhirnya, hubungan kita berakhir cukup sampai disini, dan tidak akan pernah
kembali seperti semula. Aku sangat sedih, hatiku terluka, dia tak tahu betapa
aku sangat mencintainya dan setia kepadanya, namun kesetiaanku tiada berarti. Ia
tak mengerti tentang pengorbananku selama ini yg mempertahankan hubungan kita
selama ni sampe kita putus-nyambung. Ia goreskan luka di dada yang akan
membekas selamanya. Kini penantianku di balas dengan penghianatan! Kejam sekali!
Aku benci dia!! Karena dia nyawaku, karna dia jantungku, karna dia nafasku. Aku
tak bisa hidup tanpanya. Walau seberapa benci aku padanya, tetapi hati kecilku
tetap berkata, “aku masih sangat mencintai dan menyayanginya”.
Aku terpuruk melewati
kesendirian ku ini selama berhari-hari. Aku selalu ingat dengannya, wajahnya
yang mengagumkan, suaranya yang khas, sampai2 aku ingat akan semua janji2 yang
dulu pernah ia katakan. Tapi, sekarang janji hanya sekedar janji, dan itu semua
sudah tak ada arti lagi. Setiap hari, setiap malam aku menangis dan berdoa,
agar aku bisa sabar dan kuat menghadapi semua ini dan bisa menerima kenyataan dengan
lapang dada. Aku mencoba untuk mengikhlaskan dia pergi dan merelakan dia jika
dia menemukan perempuan yang lebih baik dariku. Karena jika dia bahagia, maka
kebahagiaannya adalah kebahagiaanku juga, walaupun hati kecilku terasa sakit,
aku coba tuk menerimanya.
Kini aku sudah bangkit dan move-on untuk segera bisa mencari yang baru,, namun
ternyata memang tidak ada yang seperti dia. Tapi aku yakin, masih banyak orang
yg lebih baik daripada dia,, namun itu sama sekali tidak bisa membuat aku tuk
buka hati kepada siapapun, karena aku sudah sangat yakin bahwa cinta sejatiku
hanyalah dia, yang kini telah menjadi mantan kekasih. Bagiku, dia adalah anugerah terindah di dalam
hidupku. Terima kasih Tuhan, engkau telah mempertemukan aku dengan dia, aku
yakin jika dia adalah jodoh untukku, suatu saat nanti dia pasti kembali hanya
untukku, tetapi jika dia bukan jodohku,
mungkin masih ada orang yang mencintaiku lebih dari rasa cinta-nya yang dulu
kepadaku. Tapi aku sangat berharap dan memohon kepada Tuhan, semoga dia adalah
jodohku. Pertemukan kembali aku dengannya Ya Tuhan! Aku sangat mencintainya..
Oh mantan kekasih ku, izinkan
aku menyebut namamu dalam sejarah cerita singkat ini. Aku akan selalu
mengenangmu. . .
Your heart, my house, our phone, on the street, at the
internet service, at the hospital, at the temple
Where all the memories lies. I will never forget you, because you will always be in my heart now and forever. And one could never replace you in my heart. I always love you my ex boyfriend.
Where all the memories lies. I will never forget you, because you will always be in my heart now and forever. And one could never replace you in my heart. I always love you my ex boyfriend.
Sekian dan terima kasih.


.jpg)
cie cie ,,,
BalasHapusehemmm ..
baguss kokk ...
(y)
Nice... ceritanya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAlay
BalasHapus