Kamis, 25 Oktober 2012

Cerita Cinta


IZINKAN AKU MENYEBUT NAMAMU, MANTAN KEKASIH

Hai para pembaca sekalian, perkenalkan namaku Nisa. Aku adalah seorang siswi yg masih duduk di bangku SMA yg lumayan terkenal di kotaku. Aku anak pertama dari 3 bersaudara, sekaligus anak yg paling cantik dan imut diantara kedua sodara laki2 saya, (hehe..ya iyalah). Kehidupan kami cukup sederhana, yahh bisa dikatakan tingkat ekonomis menengah lah.. Kali ini aku akan bercerita seputar permasalahan anak remaja yaitu tentang “percintaan”,, hehe:D  Sebelumnya aku ga ngerti sama sekali apa itu cinta, bagaimana rasanya ketika lagi jatuh cinta, dan bagaimana rasanya jika kita putus cinta. Awal aku mengenal cinta ketika aku duduk di bangku kelas IX sewaktu aku SMP. Tapi aku tidak akan bahas hal itu lagi karena semua itu hanya masalalu yg sudah berlaluJ. Baik langsung saja ku ceritakan tentang pengalaman cinta sejatiku ini..

Beberapa bulan yang lalu, aku mengenal cowo yang namanya Putra.  Aku dikenalkan oleh sahabatku yg brnama Dian. Entah dari mana asal muasal aku berkenalan dengan Putra, tiba2 Putra memendam perasaan dengan ku, dan tak kusangka ternyata aku juga mempunyai perasaan yang sama terhadap dirinya. Perasaan apakah itu?? CINTA?? Ya,, tentu saja!! J Hari demi hari kita lalui, hanya dengan cukup berkomunikasi lewat telepon dan sms, kita bisa jadi sedekat ini.
Siang itu, aku baru pulang dari sekolah. Karena kecapekan, aku langsung berbaring sebentar di ranjang kamarku. Seperti biasanya aku membuka hp dan ternyata Pr sudah mengirimkan sms banyak sekali dan beberapa panggilan tak terjawab darinya. Maklum hp-ku wktu itu lagi di-silent, hehe. Langsung ku balas sms nya. Setelah itu, dia langsung menelpon ku. Segera kuangkat telpon darinya.
“siang  nis,, lagi paen tuh?? Kemana aja sich dari tadi, koq baru bls sms ku??” kata Putra dalam telponku.
Langsung kujawab, “iya nich aku ga sempet megang hp, aku lagi capek bgt”.
“oh gitu ya, capek kenapa nis? Aku ganggu ya??”, tanya putra.
“iya capek aja baru dateng dari sekolah. Ahh enggak koq, gapapa nyante aja lagi”, sahutku.
Sejenak diam, lalu ia kembali berkata, “nis,, ku mau ngomong sesuatu nich, penting!!”
“sesuatu apaan sich, seriuzz amat dech. Emang kamu mau ngomong apaan??” tanyaku penasaran.
“nis, jujur ya selama ini aku emang lagi deket banget sama kamu, sampe2 kamu slalu ada di pikiran ku. Aku slalu ingat km. Aku merasa nyaman banget kalo lagi sama kamu. Pokoknya, aku ga bia bayangin kalo sehari ga ada kabar dari kamu. Aku suka ma kamu nis,aku cinta kamu, aku sayang banget ma km,, aku mau kamu jadi pacarku. Kamu mau kan niss??” tanya  putra.

Entah apa yang terjadi saat itu, tiba2 petir menyambar perasaanku. Dia begitu PD-nya menyatakan cinta-nya kepadaku. Aku ga bisa berkata apapun. Sejenak ku berpikir, lalu kujawab, “aku ga bisa nerima cintamu sekarang, aku butuh waktu untuk mengetahui kamu apa kamu bener2 cinta dan sayang aku”. Kataku.
Mungkin dengan perasaan kecewa, lalu dia menjawab, “oke lah, gapapa koq niss, aku ngerti. Mungkin aku terlalu cepat untuk mengungkapkan semua ini. Tapi inilah perasaanku yang sebenarnya ke kamu. Aku Cuma pingin kamu tahu. Aku kasi kamu waktu seminggu untuk memberi jawaban yang pasti kepadaku”.
“okee makasih ya, kamu dah mau kasi aku waktu dan mau menunggu jawaban dariku” sahutku.
Seminggu telah berlalu, lalu Putra kembali menelponku.
“gimana sa?? Kamu mau ga jadi pacarku??” tanya Putra penasaran.
“gimana ya? Hm, iya dech aku mau jadi pacar kamu, tapi dengan syarat kamu ga akan pernah nyakitin aku” kataku.           
“aku janji aku ga bakal nyakitin kamu Niss,, aku janji dalam keadaan yang bagaimana pun juga aku akan tetep sayang n cinta ma kamu, aku seriuss”. Kata Putra.
Hari demi hari, minggu berganti bulan dan begitu seterusnya, banyak sekali perdebatan yang kita alami berdua, dikarenakan kita sering salah paham, tidak percaya dan cemburuan. Walaupun kita pacaran secara backstreet karna aku memang belum dikasi pacaran oleh orang tuaku. Sampe ahkirnya kita sering putus-nyambung ga karuan sekitar lebih dari 15x. Tapi, kita masih bisa bertahan karna salah satu dari kita ada yang mengalah dan bisa menyelesaikan masalah. Karena aku merasa sangat sayang dan cinta sama dia, aku sampe tidak mau melepaskan dia..
Setelah 5 bulan berlalu, dia putuskan aku. Ini terjadi karena aku tak bisa menuruti semua keinginannya yang diluar batas berpacaran, karna aku sadar, aku masih belum mengerti dan aku masih menganggap ini adalah cinta monyet, namun aku berniat serius padanya. Dan akhirnya, hubungan kita berakhir cukup sampai disini, dan tidak akan pernah kembali seperti semula. Aku sangat sedih, hatiku terluka, dia tak tahu betapa aku sangat mencintainya dan setia kepadanya, namun kesetiaanku tiada berarti. Ia tak mengerti tentang pengorbananku selama ini yg mempertahankan hubungan kita selama ni sampe kita putus-nyambung. Ia goreskan luka di dada yang akan membekas selamanya. Kini penantianku di balas dengan penghianatan! Kejam sekali! Aku benci dia!! Karena dia nyawaku, karna dia jantungku, karna dia nafasku. Aku tak bisa hidup tanpanya. Walau seberapa benci aku padanya, tetapi hati kecilku tetap berkata, “aku masih sangat mencintai dan menyayanginya”.  

Aku terpuruk melewati kesendirian ku ini selama berhari-hari. Aku selalu ingat dengannya, wajahnya yang mengagumkan, suaranya yang khas, sampai2 aku ingat akan semua janji2 yang dulu pernah ia katakan. Tapi, sekarang janji hanya sekedar janji, dan itu semua sudah tak ada arti lagi. Setiap hari, setiap malam aku menangis dan berdoa, agar aku bisa sabar dan kuat menghadapi  semua ini dan bisa menerima kenyataan dengan lapang dada. Aku mencoba untuk mengikhlaskan dia pergi dan merelakan dia jika dia menemukan perempuan yang lebih baik dariku. Karena jika dia bahagia, maka kebahagiaannya adalah kebahagiaanku juga, walaupun hati kecilku terasa sakit, aku coba tuk menerimanya.
            Kini aku sudah bangkit dan move-on  untuk segera bisa mencari yang baru,, namun ternyata memang tidak ada yang seperti dia. Tapi aku yakin, masih banyak orang yg lebih baik daripada dia,, namun itu sama sekali tidak bisa membuat aku tuk buka hati kepada siapapun, karena aku sudah sangat yakin bahwa cinta sejatiku hanyalah dia, yang kini telah menjadi mantan kekasih.  Bagiku, dia adalah anugerah terindah di dalam hidupku. Terima kasih Tuhan, engkau telah mempertemukan aku dengan dia, aku yakin jika dia adalah jodoh untukku, suatu saat nanti dia pasti kembali hanya untukku, tetapi  jika dia bukan jodohku, mungkin masih ada orang yang mencintaiku lebih dari rasa cinta-nya yang dulu kepadaku. Tapi aku sangat berharap dan memohon kepada Tuhan, semoga dia adalah jodohku. Pertemukan kembali aku dengannya Ya Tuhan! Aku sangat mencintainya..
Oh mantan kekasih ku, izinkan aku menyebut namamu dalam sejarah cerita singkat ini. Aku akan selalu mengenangmu.  .  .
Your heart, my house, our phone, on the street, at the internet service, at the hospital, at the temple
Where all the memories lies. I will never forget you, because you will always be in my heart now and forever. And one could never replace you in my heart. I always love you my ex boyfriend.

Sekian dan terima kasih.

4 komentar: